Showing posts with label Ngaji Diri. Show all posts
Showing posts with label Ngaji Diri. Show all posts

Monday, June 2, 2014

Sungguh, salah-satu cobaan/ujian terberat zaman ini adalah uang: 
Uang mungkin bukan segalanya, tapi segalanya perlu uang,
Uang memang tak dibawa mati, tapi tak punya uang rasanya mau mati,
Kekayaan mungkin tak menjamin bahagia apalagi kalau miskin????
Dilema ya......

Beberapa dari kita mungkin pernah terbesit pemikiran bahwa; rasanya indah kalau dapat uang tiba-tiba atau bertemu dengan kyai/wali sakti yang sekali ucap langsung jadi.
Tapi, mungkin kita juga menyadari hal-hal seperti ini:
- Perasaan baru tadi pagi saya ingin makan sate, ini baru jam 11:00 sudah ada yang mengantarkan sate, rasanya kok seperti syurga...
- Seingatku, aku sudah berdoa bahkan bernadzar/berjanji untuk menjadi baik, kalau aku mendapatkan uang 500juta bulan depan atau menang undian hadiah utama, agar aku bisa melunasi hutang dan membangun usaha baru... Tapi kok sudah 1 tahun berlalu, masih belum dapat juga ya... apa Tuhan mendengar? apa Tuhan kehabisan uang? atau aku salah berdo'a? kenapa ya?
Dan gumaman hati serta pikiran kita lainnya, setiap kita dalam keadaan bimbang...

Renungkan...
Mungkinkah kita bisa dapat uang atau kekayaan secara cepat dan tiba-tiba? Jawabannya adalah mungkin dan tidak mungkin.
- Pertama; Mungkin bisa kalu kita bertemu orang sakti lalu dibantu
- Kedua; Sangat amat tidak mungkin! kenapa? karena kita ini hidup di dunia BUKAN di syurga. Dimana apapun yang kita inginkan bisa langsung tersedia...

Kita hidup di bumi ini mengenal hukum dan memerlukan hukum sebab-akibat. Jika tak ada sebab-akibat maka gugurlah yang kita namakan takdir. kok bisa?

"Jika seseorang di takdirkan meninggal di daerah A, maka dia akan keluar menuju daerah A" Sekalipun dia dikunci keluarganya di kamar atau bahakan rumahnya dijaga ketat. Dia akan menemukan celah sehingga bisa keluar lalu menuju takdirnya...

Sama halnya seperti filosofi "Jika kamu ditakdirkan menjadi raja, maka kamu akan menjadi raja" Sekalipun kamu lahir bukan dari kalangan kerajaan... (Berapa banyak kisah seperti ini yang kita tahu atau kita dengar dan telah kita baca?....)

Jadi, sangat amat tidak masuk akal dan sangat tidak mungkin terjadi; kita mendapatkan uang dan kekayaan secara tiba-tiba tanpa berlakunya hukum sebab dan akibat.
Bagaimana dengan cerita mistis tentang kekayaan dari jin A atau dari penunggu gunung B atau sosok misterius C???

Tetap berlaku hukum sebab akibat! perhatikan...
Si A mendapatkan pesugihan atau apapun istilahnya dari setan/jin B, <<< ini sebab
Lalu si A meninggal 5 tahun kemudian dia meninggal dengan tidak lazim, <<< ini akibat

Dan sekalipun kita berdoa dan sering bangun malam atau bahkan jika kita sampai menangis darah kepada Tuhan, agar Dia membantu masalah kita dengan memberi kita sejumlah uang-pun; OMONG KOSONG! Itu tak akan pernah membuat kita mendapat uang/kekayaan secara tiba-tiba dari Tuhan.

Kalau kita sampai mendapat sejumlah uang atau menang undian atau berhasil menjual sesuatu dengan harga mahal sehingga kita untung besar... Itu memang karena Tuhan ingin membantu kita bung!!!


Jadi, yang seharusnya dan yang memang bisa kita lakukan/kerjakan adalah:
- Bersyukur; Bersyukur itu menggunakan/memanfaatkan sumber yang ada untuk mendapatkan yang lebih baik/lebih besar.
- Lakukan: Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan dengan begitu; Tuhan membantu melakukan yang tak bisa kita lakukan...
- Putuskan: Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu adalah bergantung kita memutuskan sesuatu dari informasi/sumber yang ada.

Do Your Best
Lakukan yang terbaik, yang bisa kita lakukan dan tetap bersyukur...

Saturday, March 22, 2014

Kalau kita lahir dalam kemiskinan itu bukan salah kita,
Kalau kita mati dalam kemiskinan itulah kesalahan kita.
Dalam hidup kita sudah sewajarnya takut, tapi tidaklah bijak jika berlebihan,
Dan sebagian kita juga takut dengan hal-hal tertentu secara berlebihan.

Namun, sebenarnya...

Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah diri-kita sendiri, BUKAN hantu, angka 13 atau angka tertentu, atau hari tertentu atau tempat tertentu, bos, atasan, polisi, orangtua, guru atau orang tertentu lainnya.
Kita harus takut terhadap diri-kita yang malas,
Kita harus takut terhadap diri-kita yang selalu berpikir dan bertindak negatif,
Kita harus takut terhadap diri-kita yang minder, dan sebagainya.
Hidup itu tentang memilih, itulah salah-satu alasan mengapa setiap sesuatu itu diciptakan berpasangan oleh Tuhan.
Hingga pada akhirnya:
Tidak ada yang lebih membahagiakan dan menggembirakan selain; saat kita berhasil mengalahkan diri-sendiri, berhasil menaklukan ketakutan diri-sendiri.

Salam Super LuarBiasa

Saturday, March 15, 2014

Sedekah, Sodaqoh, Berbagi, Beramal, Filantropi atau apapun istilahnya.

Kita semua pasti terheran-heran, jangankan yang non-muslim, yang muslim sendiri (kita) terkadang masih bertanya (walau dalam hati) benarkan? kok bisa? apa sudah teruji? ah masa sebesar itu? masa iya sih? tapikan?

Sebagian kita mungkin juga telah mendengar "cara" sedekah versi ust. Yusuf mansur yang bisa dikatakan nyleneh (tak biasa) walaupun memang kita mengiyakan dalil Al-Qur'an dan telah mendengat kesaksian dari membaca, TV, radio, teman, saudara atau bahkan mendengar dari anggota keluarga kita sendiri, bahwa; sedekah kita akan dilipat-gandakan pembalasannya.

Dititik ini, setidaknya kita menyadari: Untunglah keburukan (dosa) kita tak dilipatgandakan pembalasannya, lalu kita mulai merenung...; Inikah bagian dari sifat ALLAH yang Maha Adil???

Lalu ada yang "nyeletuk" sedekah-kan tak harus uang, bisa tenaga dan pemikiran...
Betul, tapi sedekah uang ada baiknya juga.
Biarpun kita punya ide pembangunan sekolah atau rumah sakit gratis dan masyarakat sekitar yang siap gotong-royong, tapi kalau tak ada dana (uang) apakah bisa terwujud? lalu operasional bulanannya?
Apakah yang gotong-royong itu juga tak berharap bayaran ataupun sekedar sarapan dan makan siang???

Dilema, betul! Sangat amat dilema.

Kalau dipikir-pikir:

ALLAH itu tak butuh uang-uang kita, ALLAH hanya menguji apakah kita percaya???
Bukankah sekiranya penduduk langit dan bumi tidak beriman kepada ALLAH, itu tak merugikan sedikitpun bagi ALLAH???

Punya Agama? PERCAYALAH!
Punya Tuhan? PERCAYALAH!
Ingin lulus sekolah? PERCAYALAH!
Ingin sukses karir? PERCAYALAH!
Ingin kecukupan? PERCAYALAH!


Kita hanya perlu PERCAYA!
You need to trust!

Sunday, January 26, 2014

Pada dasarnya, secara psikologi: Setelah kita berbohong, amak kita akan cenderung untuk melakukan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan yang pertama. Namun, kita akan bahas lebih lanjut diartikel ini:

Orang jujur itu sama berharga atau bahkan lebih tinggi nilainya dari berlian termahal di dunia ini.

Bagaimanapun di zaman "edan" ini, banyak orang tidak bisa dan tidak akan pernah bisa sepenuhnya jujur! Karena kalau terlalu jujur, bisa berbahaya (untuk keselamatan diri, karir, ataupun nama baik)

Mungkin kita bisa menggunakan bahasa sopan seperti ini:
Kita tidak pernah berbohong, hanya tidak sepenuhnya jujur/terbuka! ini lebih masuk akal.

Karena bagaimanapun kebohongan bukan hanya berbahaya "di dunia sana" tapi juga merugikan karir dan membahayakan pendapatan serta waktu yang akan datang.

Bayangkan:
Bawahan yang cari muka alias menghindari "auman" boss atau yang busuk hatinya; Berbohong kepada boss tentang produktifitas perusahan? itu bisa menyebabkan kerugian dan PHK!

Penasihat/Kabinet/Seketaris Presiden yang ingin dipuji dan menghindari "senapan" intel atau yang busuk hatinya; Berbohong kepada Presiden tentang kondisi perekonomian, rakyat dan negara? itu sudah cukup membuat tahun kekacauan nasional!

Pertama bohong lalu akan dibalas bohong lagi, dilain waktu! >KARMA<

Mungkin sebagian dari pembaca pernah mengalami atau melihat peristiwa bohong. Coba ingat dengan baik reaksi alam setelah kebohongan pertama?

>> Katakan si-A berbohong kepada si-B.
>> Karena si-B belum tahu/belum paham, akhirnya dia percaya sampai suatu saat alam bekerja membalas balik (karma) kebohongan si-A
>> DAN SAYANGNYA si-B membalas kebohongan si-A dengan tanpa sadar bahwa dia sedang membalas kebohongan si-A yang dahulu!

Percaya tidak percaya-kan? jika anda pernah mengalami atau melihatnya, silahkan coba ingat dengan baik kejadian tersebut. Jika anda belum pernah, siap-siap anda akan mencari posting ini lagi untuk memastikan!

Saturday, October 12, 2013

Percayalah, semua pria itu tampan dan semua wanita itu cantik!
Kalau anda merasa kurang tampan/cantik, minimal anda good looking (enak dipandang)
Kalau anda merasa kurang good looking juga, setidaknya anda memberi manfaat kepada orang lain
Kalau anda merasa kurang memberi manfaat kepada ornag lian, setidaknya anda melakukan kebaikan untuk diri sendiri...

Awet muda, siapa yang tak terpesona?
Tetap terlihat manis, unyu-unyu alias menggemaskan, menjadi kesenangan tersendiri.

Sadarlah! Dunia semakin canggih, kita sudah melihat semuanya
Wanita yang tadinya kurang enak dipandang, namun setelah dirias oleh professional; terlihat jadi lebih muda, lebih segar, lebih enak dipandang, lebih cerah!
Teknologi visual effect & photoshop, bisa membuat gambar dan film lebih menakjubkan!

Di belahan dunia lain, di negeri ini dan mungkin juga seluruh dunia;
Banyak orang mencari dan menjalani resep awet muda, banyak yang tak sadar bahwa wajah sebaik apapun pada akhirnya akan menjadi tanah!

Padahal, ada cara yang lebih efektif, aman dan gratis! Tapi sayangnya tak bisa dilakukan oleh semua orang dan terkadang tidak enak untuk sebagian orang.
Resep awet muda itu adalah:

Mengajar, ya tidak salah lagi; Guru

Perhatikan orang di sekitar anda yang menjadi guru,
Mereka terlihat lebih muda dibanding muridnya, yang terkadang murid dari sekolah dasar!
Apalagi yang mengajar tanpa pamrih, tidak menuntut kenaikan gaji maupun tunjangan, yang memiliki visi untuk mencerdaskan oranglain dan lingkungannya...
Perhatikanlah...

Tidak semua orang bisa, dengan hati lembut mengajari oranglain dengan sabar, tanpa marah, tanpa memukul, tanpa memaki/mencela, yang dengan tegasnya memiliki misi (beberapa yang mungkin);
memperbaiki akhlaq, memperbaiki karakter, memperbaiki mindset, dan sebagainya

Memang tidak ringan dan tidak instan. Tapi akan membekas selamanya.Kalau make-up/riasan itu bisa terhapus, bisa hilang lalu memperlihatkan wajah aslinya.

Bukankah baik kalau memiliki karakter/akhlaq yang baik walau wajah biasa saja?
Dan memang sangat baik kalau bisa memiliki karakter dan wajah yang sama bagusnya.

Thursday, July 18, 2013

Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu
Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang
Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan
adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu

Itulah arti talbiah yang banyak di kumandangkan saat musin Haji.

Berhaji atau pergi menunaikan rukun Islam ke-5: Haji adalah dambaan bagi setiap muslim dan tak sedikit membuat penasaran bagi non-muslim; gerangan apakah yang sampai membuat Ka'bah di Mekkah begitu suci, begitu banyak yang rela berkorban, menabung dalam jangka lama, dan sebagainya...?

Uniknya, sebutan alias title (H. / Haji / KH / Kiayi Haji / Pak Haji / Bu Haji, dan sebaginya) HANYA ada di Indonesia! dan menurut sejarah: dahulu saat Belanda masih menjajah di Indonesia, setiap orang yang baru pulang dari Berhaji; di karantina dan di beri "title" Pak Haji/Bu Haji dengan tujuan agar orang tersebut melambung hatinya sehingga agar orang tersebut lupa berdakwah tentang Islam di Indonesia.
Kenapa? seperti kita ketahui tujuan penjajahan adalah : Gold, Glory, Gospel (Harta, Kejayaan, Penyebaran Agama) dalam hal ini belanda berupaya mengkristenisasi Indonesia yang telah di Islamkan oleh para Walidongo setelah sebelumnya Nusantara beragama Hindu dan Budha.

 Untuk Berhaji, SEBAIKNYA SIAP Lahir dan Batin.

Banyak orang yang bisa mempersiapkan lahirnya saja alias uang untuk biaya pergi haji termasuk selamatan dan uang untuk orang rumah yang ditinggalkan selama lebih dari 1 bulan.
Sayangnya, banyak orang seolah lupa mempersiapkan batinnya, yang dimaksud di sini bukan hanya latihan tawaf, menghapal doa-doa dan sebagainya. Namun, kita berbicara tentang KARMA!

Ya, tak salah baca. Berhaji juga sebagai ajang pembersihan diri, ajang untuk intropeksi atas kesalahan dan itu berarti kita berbicara tentang KARMA dalam ISLAM!

Pastinya, banyak dari kita sering mendengar atau membaca cerita bahwa:
  • ada orang yang tak bisa melihat Ka'bah, padahal dia sudah di depan Ka'bah
  • ada orang yang sering kehilangan sandal/sepatu sampai-sampai ia sibuk mengurusi sandal daripada beribadah
  • ada orang yang tangan/kakinya terasa tersayat silet/pisau atau tiba-tiba berdarah, padahal di sedang tawaf di Ka'bah, karena dia menindak/menghardik orang tidak bersalah/berat sebelah.
  • ada orang yang kehilangan uang, bahkan dia sampai memijam dan diberi bantuan uang, tapi tetap uang itu hilang!
  • ada orang yang tersesat untuk kembali ke pemondokan
  • ada orang yang sering melihat kemaluan pria dimanapun dia berada karena biaya hajinya berasal dari melacurkan diri.
  • dan yang paling kita ingat adalah permasalahan makanan/katering yang kadang sudah basi dan terkadang tidak semua jamaah kebagian dan terkadang sampai mengantre berjam-jam, boleh jadi karena kebanyakan jamah haji Indonesia telah lalai dengan keadaan saudaranya/saudara setanah-air yang kelaparan atau terhadap anak-anak yatim/yayasan yatim atau kurangya tanggap membantu saat ada bencana di Tanah-Air.
  • ada yang pemondokannya jauh dari Masjid Nabawi.
Dan pastinya, masih banyak kejadian yang mungkin lebih "mengerikan" dari yang di atas. Itu semua adalah bagian dari karma, bagian dari pembersihan diri atas dosa-dosa yang kita lakukan dan sejenisnya.

Pada akhirnya, kembali kepada masing-maing pribadi kita untuk "bersih-bersih diri" di bulan Ramadhan sebelum "dibersihkan paksa" di Tanah Haram! saat bulan haji nanti...


ALLAHU 'ALAM, ALLAH lebih mengetahui segala sesuatu termasuk yang didalam hati manusia.

Friday, May 10, 2013

Kalau Anakmu suka berdusta; Mungkin, anda terlalu ketat mengevaluasi perbuatannya.

Kalau Anakmu tidak punya rasa percaya diri; Mungkin, anda tidak memberikan dorongan kepadanya.

Kalau Anakmu lemah dalam bicara; Mungkin, anda jarang mengajaknya berdialog.

Kalau Anakmu mencuri; Mungkin, anda tidak membiasakannya untuk memberi dan berkorban.

Kalau Anakmu pengecut; Mungkin, anda terlalu memberikan pembelaan kepadanya atau anda terlalu membanggakan "pangkat" anda kepadanya.

Kalau Anakmu tidak menghormati orang lain; Mungkin, anda tidak bicara dengan kelembutan kepadanya.

Kalau Anakmu selalu marah-marah; Mungkin, anda tidak memberikan pujian kepadanya atau anda dahulu terlalu keras padanya.

Kalau Anakmu pelit; Mungkin, anda tidak menyertakan anak dalam berbuat kebaikan.

Kalau Anakmu suka jahat kepada orang lain; Mungkin, anda sering kasar kepadanya.

Kalau Anakmu lemah; Mungkin, anda menggunakan ancaman dalam mendidiknya.

Kalau Anakmu cemburu; Mungkin, anda mencuekkannya.

Kalau Anakmu mengganggumu; Mungkin, anda tidak mencium atau memeluknya atau anda kurang perhatian...

Kalau Anakmu tidak mau patuh kepadamu; Mungkin, anda terlalu banyak permintaan atau anda dahulu tidak patuh terhadap ayah/ibu anda...

Kalau Anakmu cemberut; Mungkin, anda sibuk terhadap diri sendiri (laptop, BB, kerjaan, etc).
Anakmu adalah Amanah Titipan Tuhan dan memang kau pula yang "mengorder" dengan berdo'a tiap waktu dan bermimpi. dan kau melakukannya dengan penuh "nafsu membara"
Jadi, Anakmu itu HARUS kau Mulyakan, kau rawat dan didik dengan baik. Anak itu HARUS di didik dengan lemah lembut agar nantinya; Anak mengerti pengorbanan orang-tua...

(DR. Thariq al Habib)                                                 
Sumber: facebook.com/pages/BERANDA-KITA/153300751403292 dengan sedikit editan.

Saturday, February 23, 2013

Manusia Bertanya:
"Kenapa aku diuji?"
 

Al-Quran Menjawab:
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (Al-Quran Surat Al-Ankabuut Ayat 2)
"Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Quran Surat Al-Ankabuut Ayat 3)

Manusia Bertanya:
"Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?"
 

Al-Quran Menjawab:
"...boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui." (Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 216)

Manusia Bertanya:
"Kenapa aku diberi ujian seberat ini?"
 

Al-Quran Menjawab:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..."(Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 286)

Manusia Bertanya:
"Bolehkah aku frustrasi?"
 

Al-Quran Menjawab:
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (Al-Quran Surat Ali Imraan Ayat 139)

Manusia Bertanya:
"Bolehkah aku berputus asa?"
 

Al-Quran Menjawab:
"...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Al-Quran Surat Yusuf Ayat 87)

Manusia Bertanya:
"Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?"
 

Al-Quran Menjawab:
"Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (Al-Quran Surat Ali Imraan Ayat 200)
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 45)

Manusia Bertanya:
"Bagaimana menguatkan hatiku?"
 

Al-Quran Menjawab:
"...Cukuplah Allah bagiKu; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya Aku bertawakkal..." (Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 129)

Manusia Bertanya:
"Apa yang kudapat dari semua ujian ini?"
 

Al-Quran Menjawab:
"Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka..." (Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 111)

Sumber :  https://www.facebook.com/kata2hikmah.new?ref=stream

Wednesday, January 23, 2013


Banjir telah merepotkan dan merugikan banyak pihak serta menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan...

Disamping kondisi Jakarta sebagai dataran rendah dan tanah yang terus menurun (walau sedikit) dan segudang permasalahan lain yang di gadang sebgai biang keladi..

Bukan hanya di Jakarta, tapi, juga daerah lain dan Negara lain.

Inilah hasil dari produk keserakahan manusia, tidak menghargai lingkungan dan tidak mempedulikan dampak jangka panjang...

Telah nyata kerusakan di daratan dan di lautan akibat ulah manusia sendiri (Al-Quran)
 Maukan kita berubah untuk menghindari atau minimal mengurangi dampak kerusakan dan kerugian dari "amukan" alam. baik itu : Banjir, Tanah Longsor, Tsunami, Gempa dan sebagainya....

Mulailah hargai Alam, Tidak membuang sampah sembarangan, membuat lubang biopori, menanam Pohon baru yang kuat lama dan tidak serakah serta Bersyukur atas Nikmat.

Banjir Jakarta awal tahun ini yang sampai menggenangi Istana Negara. seolah memberikan pesan tersendiri...
Maka, renungkanlah hal-hal lain dari setiap kejadian ataupun peristiwa kita sehari-hari.

Sesungguhnya pada penciptaan Langit dan Bumi serta Bergantinya siang dan Malam terdapat Pelajaran bagi kaum yang berpikir (Al-Quran)
 

Wednesday, December 26, 2012


Alam selalu berusaha untuk Harmoni dan terkadang dengan terpaksa mengharmonikan diri dengan memunculkan bencana alam yang terkadang begitu mengerikan...

Kitalah yang seharusnya menjaganya agar tak rusak, agar tetap bisa dinikmati generasi penerus kita - oleh anak cucu kita di masa mendatang...

Demo dan ketidak-sukaan terhadap pemerintah atau seseorang atau agama maupun badan/organisasi boleh-boleh saja. namun, jangan sampai mengabaikan kepentingan orang lain, tak perlulah sampai merusak fasilitas umum.

Di samping itu memang terkadang tindakan kriminal adalah jalan terakhir yang harus di tempuh jika cara halus sudah tidak di gubris! itulah hukum alam...

Marilah kita kembali lagi ke Al-Quran... Al-Quran bukan hanya milik ummat Islam saja. namun juga milik semua manusia sebagai pedoman hidup:

...Termasuk orang yang Beriman; Saling berpesan untuk Sabar dan Saling berpesan untuk Berkasih-Sayang (Surat Al-Balad :17)

Jadi, Tahanlah Nafsumu untuk berbuat kerusakan,
        Tahanlah Nafsu Amarahmu untuk mengambil hak orang lain serta takutlah akan akibat dari Tindakanmu...

Mari berbagi kepada anak-anak yatim/piatu, yayasan, panti asuhan dan kepada orang-orang miskin. baik makanan, uang, kesehatan, pendidikan maupun lainnya...


Dan Sungguh Allah Menyayangi orang-orang yang Sabar...
Sabar dan Istiqomah dalam Sholat
Sabar dan Istiqomah dalam berbuat/bertindak/berucap Baik terhadap sesama makhluk dan tetap berprasangka baik kepada Allah yang Maha Penyayang.

Wednesday, February 29, 2012


"Maa likiyau middiin" potongan surat Al-Fatikhah yang berarti : Yang Mengusai Hari Pembalasan.

   Tahukah, apa itu hari pembalasan?
      Bahwa, apa yang anda dapatkan. adalah dari hasil yang anda kerjakan. baik itu Pekerjaan/Perbuatan Positive maupun Negative.

   Sungguh, jika kita membahas Surat Al-fatikhah saja, arti dan maknanya sangat luas... karena :
Al-quran di ringkas menjadi Al- fatikhah, dan Al-fatikhah sendiri diringkas menjadi Basmalah, dan Basmalah di singkat Menjadi Allah.  semuanya saling berkaitan dan Rahasia tertinggi hanya pada Allah azza wa jalla dengan sifat Jaiznya.

   Allah, pemilik segala apa yang di langit dan di bumi, dan DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu. dan Hari Pembalasan itu tidak hanya di Akherat nanti. namun, di dunia ini juga sudah ada hari pembalsan seperti yang di yaqini masyarakat kita tentang Hukum Karma.

   Cobalah, saat anda sholat, saat anda membaca surat Al-fatikhah. Resapilah artinya. maka secara perlahan tapi pasti anda akan mendapatkan makna yang sangat luar biasa... seperti Laduni.

Sunday, May 8, 2011


Kematian adalah: sesuatu yang Pasti;
kematian bukan jalan penyelesaian kehidupan ini.
akan tetapi, Kematian adalah: Jembatan Menuju Kehidupan selanjutnya...
lalu, apa yang sudah kamu Persiapkan untuk perjalanan Panjang itu,
Wahai Diriku....... 


Matahari adalah: Penerang Seluruh Alam semesta ini.
dan Rembulan adalah: Penerang atau Obor bagi Manusia.
dan System Perputarannya Adalah: Matahari Menerangi Bulan,
dan Bulan langsung memantulkan ke arah Bumi.
     Jikalau, Rembulan tidak ada. maka, dunia inipun Gelap nan Gulita.
     Maka, Hancurlah dunia ini tanpa Cahaya.
     dan Celakalah, orang-orang yang meremehkan Rembulan;
     Mereka tidak lagi memikirkan kampung yang akan di huninya nanti.
Maka, sungguh Beruntung orang yang Berakal. yaitu:
orang-orang yang Berpikir dan mempelajarinya;
Sungguh, Perputaran Matahari, Rembulan oleh Bumi.
serta berpijarnya Bintang-bintang di angkasa-raya.
          terdapat Pelajaran yang sangat Sempurna.
          Maha Besar Allah swt. yang telah memberikan Hikmah dan Rahmatnya,
          kepada: hamba-hambanya yang mau Berpikir serta Beriman.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Promoted Content

Contact us

Name

Email *

Message *